Tes-tes psikologi merupakan alat. Alat
apapun dapat menjadi instrumen untuk melakukan hal yang baik atau buruk, tergantung
pada cara instrumen itu digunakan. Para pengguna tes perlu mengetahui cara
mengevaluasi tes-tes. Seberapa baik hasil tes itu terhadap penggunaannya? Informasi
apa saja yang dapat diberikan oleh tes itu tentang orang yang menjalaninya?
Bagaimana hasil-hasil tes itu dapat diintegrasikan ke dalam jaringan data yang
menghasilkan kepada keputusan-keputusan tindakan? Pertanyaan-pertanyaan semacam
inilah yang menjadi pokok bahasan kali ini.
Penggunaan dan Ragam Tes Psikologi
Penggunaan dan Ragam Tes Psikologi
Secara tradisional, fungsi tes psikologis adalah untuk mengukur perbedaan antara indvidu atau antara reaksi-reaksi individu yang sama dalam berbagai situasi yang berbeda. Salah satu masalah awal yang merangsang pertumbuhan tes psikologis adalah identifikasi orang-orang yang terbelakang mentalnya.
- Tes Psikologis berdasarkan penggunaan klinis mencakup pengujian orang-orang dengan cacat emosional yang parah dan masalah perilaku lainnya
- Penggunaan dalam bidang Pendidikan yaitu
- mengklasifikasi anak-anak dengan acuan pada mereka untuk bisa mengambil manfaat dari berbagai jenis pelajaran di sekolah,
- identifikasi siswa mana yang memiliki proses belajar yang cepat ataupun lamban
- menyeleksi orang-orang yang melamar masuk sekolah profesional
3. Seleksi dan klasifikasi SDM untuk bidang industri menggambarkan penerapan utama lainnya seperti penerimaan karyawan sesuai dgn kebutuhan industri, promosi jabatan, Pemecatan.
4. Penggunaan tes dalam bidang konseling perseorangan secara bertahap meluas dari bimbingan yang berlingkup sempit menyangkut rencana pendidikan dan pekerjaan sampai pada keterlibatan dengan semua aspek kehidupan seseorang
5. Tes Psikologis untuk meningkatkan pemahaman diri dan pengembangan diri, hasil skor tes merupakan bagian dari informasi yang diberikan kepada individu sebagai alat bantu untuk proses-proses pengambilan keputusan
Aneka ragam tes yang dirancang untuk
berbagai maksudini, berbeda juga dalam sifat-sifat utamanya.
1. Berbeda dalam cara pelaksanaannya, seperti dalam tes perorangan atas setiap orang oleh seorang penguji terlatih, tes kelompok-kelompok besar secra bersama-sama atau penyelenggaraan tes oleh komputer.
2. Berbeda dalam aspek-aspek perilaku yang ada dalam lingkup-lingkup tes-tes
3. Tes-tes lainnya menyediakan ukuran variabel-variabel afektif atau kepribadian, seperti minat, sikap dan nilai.
Apa Tes Psikologi Itu?
Dalam Tes Psikologi terdapat:
- Sampel Perilaku, sebuah tes psikologis pada dasarnya adalah alat ukur yang objektif dan dibakukan atas sampel perilaku tertentu.
- Standardisasi, diimplikasikan keseragaman cara dalam penyelenggaraan dan penskoran tes. Jika skor yang diperoleh harus berbagai macam mau orang harus bisa dibandingkan, kondisi-kondisi testing jelas harus sama bagi semua.
- Pengukuran Kesulitan yang Obyektif, rujukan pada definisi tes psikologis yang merupakan pembuka pembahasan ini akan menunjukkan bahwa tes semacam ini dicirikan sebagai ukuran yang obyektif dan sekaligus dibakukan.
- Kehandalan, konsistensi skor-skor yang didapatkan oleh orang yang sama ketika tes diulang dengan tes yang sama atau dengan tes yang ekuivalen dengan tes sebelumnya. Evaluasi objektif tes psikologis terutama mencakup kehandalan dan validitas tes dalam situasi khusus.
- Validitas, sejauh mana tes berhasil mengukur apa yang memang hendak diukur. Validitas memberikan pemeriksaan langsung pada sejauh mana tes tertentu memenuhi fungsinya. Validitas biasanya memerlukan kriteria independen dan eksternal tentang apapun yang menjadi sasaran pengukuran tes tersebut.
Mengapa Pengunaan Tes Psikologi Harus Memiliki Kontrol?
Ada dua alasan utama untuk mengontrol penggunaan tes psikologis:
- Untuk memastikan bahwa tes itu diberikan oleh penguji yang memenuhi syarat dan bahwa skor dapat digunakan dengan sepantasnya
- Untuk mencegah keakraban orang dengan isi tes, yang akan merusak tes.
Penyelenggaraan Tes Psikologis
- Persiapan Sebelum Para Penguji, ini merupakan prasyarat satu-satunya yang paling penting bagi prosedur testing yang baik adalah persiapan sebelumnya
- Kondisi Saat Melakukan Tes, prosedur yang distandardisasi berlaku tak hanya pada instruksi verbal, penentuan waktu, bahan-bahan, dan aspek-aspek tes lainya tetapi juga pada lingkungan testing. Perhatian harus diberikan pada pemilihan ruang testing yang sesuai.
- Memperkenalkan Tes: Rapport dan Orientasi Peserta Tes
Keep Always Spirit and Always Learning
Sumber : Anastasi Anne, Susaba Urbina (2007). Tes Psikologi. Edisi Ketujuh. Jakarta: PT indeks
Konsep-Konsep Dasar sebelum melakukan tes Psikologi
BalasHapus1. Teori Psikologi yang sebelumnya
2. Metode Penelitian (Proses) yang sesuai dengan tes yang akan dilakukan dan juga kode etik psikologi yang belaku
3. Norma yang berlaku disesuaikan dengan daerah dimana tes psikologi dilakukan.
4. Tes psikologi yang akan dilakukan disesuaikan dengan kemampuan responden yang akan melakukan tes psikologi.
5. Menetapkan Standardisasi dan Validasi yang sesuai untuk menghasilkan tes psikologi yang bermanfaaat
Syarat Dari Sebuah Penelitiian:
1. Cari Permasalahan Penelitian terlebih dahulu, sumber permasalahan penelitian diantaranya: kehidupan sehari-hari, masalah praktis, hasil penelitian sebelumnya, teori.
2. Teori harus disesuaikan dengan apa yang menjadi fokus penelitian
3. Merumuskan Masalah dan Hipotesis Penelitian
4. Menentukan Variabel Penelitian
5, Menentukan Tipe dan Desain Penelitian
6. Menganalisis Hasil Penelitian
7. Membuat Kesimpulan
Sumber: Seniati Liche, Yulianto Aries, Setiadi N Bernadette (2011). Psikologi Eksperimen. Edisi Kelima. Jakarta: PT Indeks