Minggu, 13 April 2014

Tes Kemampuan Mental

1. Tes Rorschach (Tes Noda Tinta)

Tes Rorschac pertama kali dideskripsikan oleh psikiatris Swiss Hermann Rorshach (1921/1942). Rorschach adalah yang pertama menerapkan noda tinta pada penyelidikan diagnostik atas kepribadian secara keseluruhan. Dalam mengembangkan tes ini, Rorschach bereksperimen dengan sejumlah besar noda tinta pada berbagai kelompok psikiatrik yang berbeda.

Masing-masing kartu Rorschach terdpat cetakan noda tinta simetris bilateral. Lima dari noda tinta diletakkan pada bayangan abu-abu & hitam, dua dari noda tinta terdapat tambahan warna merah terang, dan tiga sisanya mamadukan bayangan pastel. Selama tes berlangsung, responden ditunjukkan masing-masing noda tinta, satu kali setiap saat, dan di minta untuk memberi tahu apa yang ditampakkan oleh noda tinta. Penguji pada umumnya mencatat waktu reaksi dan lama respons, menyimpan catatan verbal tentang respons terhadap setiap kartu, catatan spontan, dan ungkapan emosional dari responden selama tes berlangsung.

Tes Rorschach banyak berkembang dari tahun 1930-an sampai dengan 1960-an dan pada tahun-tahun tersebut terdapat perbedaan pada metode skoring-nya. Walau terdapat perbedaan pada metode skoring, terdapat pula persamaan dalam klasifikasi dasar kategori-kategori penentuan skor, yakni:
A. Lokasi. Merujuk pada bagian noda tinta yang mengasosiasikan tiap respons dari responden.
B. Determinan. Respons mencakup bentuk, warna, bayangan, dan gerakan.
C. Kualitas bentuk. Merujuk pada ketepatan respons-respons.
D. Isi.

Noda Tinta Rorschach


2. Tes Minnesota


MMPI (Minnesota Multifase Personality Inventory) diterbitkan pada tahun 1940 dan versi revisi kedua MMPI-2 diterbitkan pada tahun 1989. Tes ini adalah tes psikometri yang paling banyak digunakan untuk mengukur psikopatologi dewasa di dunia. The MMPI-2 digunakan untuk mengukur kesehatan mental, medical dan dan preposisi pekerjaan.

Tes MMPI adalah sebuah alat tes inventori yang berisi banyak pertanyaan dengan option ya dan tidak, tujuannya adalah untuk mengetahui kepribadian seseorang, terutama gangguan-gangguan psikologis yang ada di dalam diri seseorang, seperti gangguan anti sosial, gangguan seksual, gangguan depresi, kehohongan, dan sebagainya.

Perancang MMPI adalah R. Starke Hathaway , PhD, dan JC McKinley , MD. MMPI merupakan hak cipta dari University of Minnesota. MMPI dikembangkan pada tahun 1930 di Universitas Minnesota sebagai tes kepribadian yang komprehensif dan serius yang dapat digunakan untuk mendeteksi masalah kejiwaan. Direvisi pada tahun 1989 sebagai MMPI-2 dan versi untuk remaja dikembangkan (MMPI-A). Ada juga versi singkat (MMPI-3).


Sumber:
Anastasi, A, Urbina, U. (2007). Tes Psikologi (Edisi Ketujuh). Indonesia: PT Indeks.