Kata kedisiplinan berasal dari bahasa Latin yaitu discipulus, yang berarti mengajari atau mengikuti yang dihormati. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007), menyatakan bahwa disiplin adalah:
a. Tata tertib (di sekolah, di kantor, kemiliteran, dan sebagainya).
b. Ketaatan (kepatuhan) pada peraturan tata tertib.
c. Bidang studi yang memiliki objek dan sistem tertentu.
Kedisiplinan adalah suatu kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses dari serangkaian perilaku yang menunjukkan nilai-nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan atau ketertiban. Karena sudah menyatu dengannya, maka sikap atau perbuatan yang dilakukan bukan lagi atau sama sekali tidak dirasakan sebagai beban, bahkan sebaliknya akan membebani dirinya bilamana ia tidak berbuat sebagaimana lazimnya (Prijodarminto, 1994).
Fungsi kedisiplinan menurut Tu’u (2004) adalah:
a. Menata kehidupan bersama
Kedisiplinan sekolah berguna untuk menyadarkan siswa bahwa dirinya perlu menghargai orang lain dengan cara menaati dan mematuhi peraturan yang berlaku, sehingga tidak akan merugikan pihak lain dan hubungan dengan sesama menjadi baik dan lancar.
b. Membangun kepribadian
Pertumbuhan kepribadian seseorang biasanya dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Disiplin yang diterapkan di masing-masing lingkungan tersebut memberi dampak bagi pertumbuhan kepribadian yang baik. Oleh karena itu, dengan disiplin seseorang akan terbiasa mengikuti , mematuhi aturan yang berlaku dan kebiasaan itu lama kelamaan masuk ke dalam dirinya serta berperan dalam membangun kepribadian yang baik.
c. Melatih kepribadian
Sikap, perilaku dan pola kehidupan yang baik dan berdisiplin terbentuk melalui latihan. Demikian juga dengan kepribadian yang tertib, teratur dan patuh perlu dibiasakan dan dilatih.
d. Pemaksaan
Kedisiplinan dapat terjadi karena adanya pemaksaan dan tekanan dari luar, misalnya ketika seorang siswa yang kurang disiplin masuk ke satu sekolah yang berdisiplin baik, terpaksa harus mematuhi tata tertib yang ada di sekolah tersebut.
e. Hukuman
Tata tertib biasanya berisi hal-hal positif dan sanksi atau hukuman bagi yang melanggar tata tertib tersebut.
f. Menciptakan lingkungan yang kondusif
Kedisiplinan berfungsi mendukung terlaksananya proses dan kegiatan pendidikan agar berjalan lancar dan memberi pengaruh bagi terciptanya sekolah sebagai lingkungan pendidikan yang kondusif bagi kegiatan pembelajaran
Pengertian Prestasi Belajar
Prestasi belajar menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005: 895) berarti :
a) penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang
dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan
dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan guru
b) kemampuan yang sungguh-sungguh ada atau dapat diamati
(actual ability) dan yang dapat diukur langsung dengan tes
tertentu.
Teori Skinner
Teori yang
dikembangkan Skinner terkenal denganoperant conditioning, yaitu bentuk belajar yang menekankan
respon-respon atau tingkah laku yang sukarela dikontrol oleh
konsekuen-konsekuennya. Berdasarkan eksperimennya, Skinner berkesimpulan bahwa
operant conditioning lebih banyak membentuk tingkah laku manusia daripada classical conditioning karena
kebanyakan respon-respon manusia lebih bersifat disengaja daripada
reflektif
contohnya: saat mahasiswa telat masuk kuliah, mahasiswa tersebut tidak diperbolehkan untuk absen (ini merupakan contoh punishment)
Teori Albert Bandura
Teori
pembelajaran sosial menganggap manusia sebagai makhluk yang aktif, berupaya
membuat pilihan dan menggunakan proses-proses perkembangan untuk menyimpulkan
peristiwa serta berkomunikasi dengan orang lain. Perilaku manusia tidak
ditentukan oleh pengaruh lingkungan dan sejarah perkembangan seseorang atau
bertindak pasif terhadap pengaruh lingkungan. Dalam banyak hal, manusia adalah
selektif dan bukan entiti yang pasif, yang boleh dipengaruhi oleh keadaan lingkungan
mereka.
contohnya: seorang anak yang sedang meniru (imitasi) tingkah laku ayahnya
Sumber:
http://www.psychologymania.com/2011/11/albert-bandura-tokoh-pembelajaran.html
http://www.academia.edu/5084292/Teori_Skinner
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/23401/4/Chapter%20II.pdf
http://eprints.uny.ac.id/8915/3/bab%202%20-08402244030.pdf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar