Selasa, 14 Mei 2013

QUOTES FROM MY BESTFRIENDS

BERIBU BINTANG YANG BERSINAR, NAMUN YANG BERSINAR DALAM HATI AKU HANYA SATU. KAMU -LUKMAN HARI WIBOWO

TO LOVE IS NOTHING, TO BE LOVES IS SOMETHING. TO LOVE AND BE LOVED IS EVERYTHING -LUKMAN HARI WIBOWO

THERE IS ONLY TWO CHOICES OF LOVE. FIRST IS YOU SECOND NOBODY -GABRIELA ELSHADAI

TAK PERLU SESEORANG YANG SEMPURNA CUKUP ORANG YANG SELALU MEMBUATMU BAHAGIA DAN BERARTI LEBIH DARI SIAPAPUN -ADHITYA DINARDO

BAHAGIAKU TAK PERLU BANYAK-BANYAK, HANYA CUKUP BERKUMPUL DENGAN ORANG-ORANG YANG TERSAYANG. ITULAH KEKUATANKU -APATYA WIRAPERDANA SHOLEH 

JIKA KEDUANYA SALING SUKA, MAKA KEDUANYA AKAN SALING BERUSAHA. KALAU CUMA KAMU YANG USAHA, BERARTI IA TIDAK SUKA. JUST SIMPLE? -ADHITYA DINARDO

VIDEO INSPIRASIONAL

Kamis, 09 Mei 2013

Review tentang Problem Solving

Sebelum saya mereview apa itu Problem Solving atau dalam Bahasa Indonesia nya adalah Pemecahan Masalah, Problem Solving itu sendiri tidak bisa dijelaskan sebelum permasalahan itu muncul dan bagaimana kita memecahkan suatu pemasalan yang kita hadapi.

Masalah atau dalam Bahasa Inggris sering disebut problem menurut kamus besar bahasa indonesia adalah suatu yang harus diselesaikan atau dalam definisi yang lebih mudah yaitu gap antara fakta dan keinginan.

Dalam melakukan sebuah problem solving(pemacahan masalah) kita sebaiknya melakukan hal-hal berikut:
  1. Preparation: Memahami Masalah
  2. Production: Mengembangkan Solusi
  3. Judgement: Pemecahan Solusi
  4. Hambatan Bagi Solusi
  5. Kretivitas dan Pemecahan Masalah
  1. Preparation (memahami masalah)
Ketika kita mendapatkan suatu permasalahan baik masalah yang sederhana atau bahkan yang rumit sekalipun kita harus memahami jenis permasalahan seperti apa yang kita hadapi. Dengan kita mencoba untuk memahami jenis permasalahannya seperti apa, kita mendapatkan pembelajaran (learning) what can we do the best solution for our problem.

    2.  Production (mengembangkan solusi)

After we understand what kinds of our problem, the second steps that we must do is develop many solution for help us to solve our probelm.

    3. Judgement (Pemecahan solusi)

After we develop many solution for help us to solve our problem, the third steps that we can do is to choose the best solution from many kinds of solution that we have developed

    4. Hambatan Bagi Solusi

After we choose the best solution from  many kinds of solution that we had develop, but the best solution that we have chosen there's many obstacles.
  1. Ketetapan Fungsional (fixed set) : cenderung untuk memikirkan obyak hanya dalam hal penggunaan kekhasnnya
  2. Mental Set
  3. Bias Konfirmasi
    5.Kreativitas dan Pemecahan Masalah (Creativity and Problem Solving)

Kreativitas: kemampuan untuk memunculkan ide-ide orisinil atau mengatasi masalah dengan cara-cara baru.
dalam melakukan pemecahan masalah kita dapat melakukan dua cara berpikir

  1. Divergent Thinking: a thought process or method used to generate creative ideas by exploring many possible solutions ( mengeksplor banyak solusi yang mungkin bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah).
  2. Convergent Thinking:  the type of thinking that focuses on coming up with the single, well-established answer to a problem


Today Quote:  “If I had an hour to solve a problem I'd spend 55 minutes thinking about the problem and 5 minutes thinking about solutions.”
Albert Einstein


 


Rabu, 01 Mei 2013

Review Seminar bersama dwiki darmawan dan tika bisono



Review Seminar Bersama Dwiki Darmawan dan Tika Bisono
Musik dalam Perspektif Psikologi

Psikologi musik dapat menjelaskan aspek non-psikologis musikologi dan praktek musik. Misalnya, psikologi musik memberikan kontribusi untuk teori musik dengan menyelidiki persepsi struktur musik seperti melodi, harmoni, nada suara , irama, meteran , dan bentuk . Penelitian di sejarah musik bisa mendapatkan keuntungan dari terinspirasi psikologis, sistematis studi tentang sejarah musik sintaks , atau dari analisis psikologis dari kepribadian komposer dalam kaitannya dengan efek psikologis dari musik mereka. Etnomusikologi bisa mendapatkan keuntungan dari pendekatan psikologis untuk mempelajari kognisi musik dalam budaya yang berbeda. Penelitian baru mulai di banyak daerah-daerah yang menjanjikan dari interaksi
 
Semua ungkapan jiwa bisa diungkapkan dalam musik, musikalitas tidak harus memainkan alat musik. Melalui bermusik termasuk dalam musical intelligence. Dalam bermusik kita juga bisa mengasah kecerdasan matematis karena di dalam musik terdapat banyak jenis rythem/tempo yang berbeda, seperti ½, ¼, ¾, dan sebagainya. 
Musik juga meningkatkan kecerdasan linguistic dan kecerdasan interpersonal.
Karena dengan mendengarkan musik kita mendengar kata-kata baik bahasa Indonesia ataupun bahasa asing khususnya bahasa inggris yang bisa memperkaya jumlah kata yang kita ketahui (kercedasan linguistic). Mendengarkan musik yang bergenre sedih atau haru dengan tema yang dapat membuat yang mendengar menangis juga dapat meningkatkan kecerdasan interpersonal. Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan untuk mengamati dan mengerti maksud, motivasi dan perasaan orang lain. Peka pada ekpresi wajah, suara dan gerakan tubuh orang lain dan ia mampu memberikan respon secara efektif dalam berkomunikasi. Kecerdasan ini juga mampu untuk masuk ke dalam diri orang lain, mengerti dunia orang lain, mengerti pandangan, sikap orang lain dan umumnya dapat memimpin kelompok. Pemilihan genre musik yangsalah menyebabkan perubahan kepribadian.
Sumber:
Seminar Bersama Dwiki Darmawan dan Tika Bisono dengan tema “Musik Dalam Perspektif Psikologi
Belajarpsikologi.com