BERIBU BINTANG YANG BERSINAR, NAMUN YANG BERSINAR DALAM HATI AKU HANYA SATU. KAMU -LUKMAN HARI WIBOWO
TO LOVE IS NOTHING, TO BE LOVES IS SOMETHING. TO LOVE AND BE LOVED IS EVERYTHING -LUKMAN HARI WIBOWO
THERE IS ONLY TWO CHOICES OF LOVE. FIRST IS YOU SECOND NOBODY -GABRIELA ELSHADAI
TAK PERLU SESEORANG YANG SEMPURNA CUKUP ORANG YANG SELALU MEMBUATMU BAHAGIA DAN BERARTI LEBIH DARI SIAPAPUN -ADHITYA DINARDO
BAHAGIAKU TAK PERLU BANYAK-BANYAK, HANYA CUKUP BERKUMPUL DENGAN ORANG-ORANG YANG TERSAYANG. ITULAH KEKUATANKU -APATYA WIRAPERDANA SHOLEH
JIKA KEDUANYA SALING SUKA, MAKA KEDUANYA AKAN SALING BERUSAHA. KALAU CUMA KAMU YANG USAHA, BERARTI IA TIDAK SUKA. JUST SIMPLE? -ADHITYA DINARDO
Selasa, 14 Mei 2013
Kamis, 09 Mei 2013
Review tentang Problem Solving
Sebelum saya mereview apa itu Problem Solving atau dalam Bahasa Indonesia nya adalah Pemecahan Masalah, Problem Solving itu sendiri tidak bisa dijelaskan sebelum permasalahan itu muncul dan bagaimana kita memecahkan suatu pemasalan yang kita hadapi.
Masalah atau dalam Bahasa Inggris sering disebut problem menurut kamus besar bahasa indonesia adalah suatu yang harus diselesaikan atau dalam definisi yang lebih mudah yaitu gap antara fakta dan keinginan.
Dalam melakukan sebuah problem solving(pemacahan masalah) kita sebaiknya melakukan hal-hal berikut:
2. Production (mengembangkan solusi)
After we understand what kinds of our problem, the second steps that we must do is develop many solution for help us to solve our probelm.
3. Judgement (Pemecahan solusi)
After we develop many solution for help us to solve our problem, the third steps that we can do is to choose the best solution from many kinds of solution that we have developed
4. Hambatan Bagi Solusi
After we choose the best solution from many kinds of solution that we had develop, but the best solution that we have chosen there's many obstacles.
Kreativitas: kemampuan untuk memunculkan ide-ide orisinil atau mengatasi masalah dengan cara-cara baru.
dalam melakukan pemecahan masalah kita dapat melakukan dua cara berpikir
Today Quote: “If I had an hour to solve a problem I'd spend 55 minutes thinking about the problem and 5 minutes thinking about solutions.”
― Albert Einstein
Masalah atau dalam Bahasa Inggris sering disebut problem menurut kamus besar bahasa indonesia adalah suatu yang harus diselesaikan atau dalam definisi yang lebih mudah yaitu gap antara fakta dan keinginan.
Dalam melakukan sebuah problem solving(pemacahan masalah) kita sebaiknya melakukan hal-hal berikut:
- Preparation: Memahami Masalah
- Production: Mengembangkan Solusi
- Judgement: Pemecahan Solusi
- Hambatan Bagi Solusi
- Kretivitas dan Pemecahan Masalah
- Preparation (memahami masalah)
2. Production (mengembangkan solusi)
After we understand what kinds of our problem, the second steps that we must do is develop many solution for help us to solve our probelm.
3. Judgement (Pemecahan solusi)
After we develop many solution for help us to solve our problem, the third steps that we can do is to choose the best solution from many kinds of solution that we have developed
4. Hambatan Bagi Solusi
After we choose the best solution from many kinds of solution that we had develop, but the best solution that we have chosen there's many obstacles.
- Ketetapan Fungsional (fixed set) : cenderung untuk memikirkan obyak hanya dalam hal penggunaan kekhasnnya
- Mental Set
- Bias Konfirmasi
Kreativitas: kemampuan untuk memunculkan ide-ide orisinil atau mengatasi masalah dengan cara-cara baru.
dalam melakukan pemecahan masalah kita dapat melakukan dua cara berpikir
- Divergent Thinking: a thought process or method used to generate creative ideas by exploring many possible solutions ( mengeksplor banyak solusi yang mungkin bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah).
- Convergent Thinking: the type of thinking that focuses on coming up with the single, well-established answer to a problem
Today Quote: “If I had an hour to solve a problem I'd spend 55 minutes thinking about the problem and 5 minutes thinking about solutions.”
― Albert Einstein
Rabu, 01 Mei 2013
Review Seminar bersama dwiki darmawan dan tika bisono
Review Seminar
Bersama Dwiki Darmawan dan Tika Bisono
Musik dalam
Perspektif Psikologi
Psikologi musik dapat menjelaskan
aspek non-psikologis musikologi dan praktek musik. Misalnya, psikologi musik
memberikan kontribusi untuk teori musik dengan menyelidiki persepsi struktur musik seperti melodi, harmoni, nada suara , irama, meteran , dan bentuk . Penelitian di sejarah musik bisa mendapatkan keuntungan dari terinspirasi
psikologis, sistematis studi tentang sejarah musik sintaks , atau dari analisis psikologis dari kepribadian
komposer dalam kaitannya dengan efek psikologis dari musik mereka. Etnomusikologi bisa mendapatkan keuntungan dari
pendekatan psikologis untuk mempelajari kognisi musik dalam budaya yang berbeda. Penelitian
baru mulai di banyak daerah-daerah yang menjanjikan dari interaksi.
Semua ungkapan jiwa bisa diungkapkan dalam musik, musikalitas
tidak harus memainkan alat musik. Melalui bermusik termasuk dalam musical
intelligence. Dalam bermusik kita juga bisa mengasah kecerdasan matematis
karena di dalam musik terdapat banyak jenis rythem/tempo yang berbeda, seperti
½, ¼, ¾, dan sebagainya.
Musik juga meningkatkan kecerdasan linguistic dan
kecerdasan interpersonal.
Karena dengan mendengarkan musik kita mendengar kata-kata
baik bahasa Indonesia ataupun bahasa asing khususnya bahasa inggris yang bisa
memperkaya jumlah kata yang kita ketahui (kercedasan linguistic). Mendengarkan
musik yang bergenre sedih atau haru dengan tema yang dapat membuat yang
mendengar menangis juga dapat meningkatkan kecerdasan interpersonal. Kecerdasan
interpersonal adalah kemampuan
untuk mengamati dan mengerti maksud, motivasi dan perasaan orang lain. Peka
pada ekpresi wajah, suara dan gerakan tubuh orang lain dan ia mampu memberikan
respon secara efektif dalam berkomunikasi. Kecerdasan ini juga mampu untuk
masuk ke dalam diri orang lain, mengerti dunia orang lain, mengerti pandangan,
sikap orang lain dan umumnya dapat memimpin kelompok. Pemilihan genre musik
yangsalah menyebabkan perubahan kepribadian.
Sumber:
Seminar Bersama
Dwiki Darmawan dan Tika Bisono dengan tema “Musik Dalam Perspektif Psikologi
Belajarpsikologi.com
Jumat, 26 April 2013
Rabu, 24 April 2013
4 aplikasi aliran dalam psikologi
terdapat 4 pijakkan utama dalam psikologi
- Psikoanalisis dirintis oleh sigmund freud Struktur dari psikologi menurutnya adalah id, ego dan superego. Id itu berfungsi sebagai inti dari manusia yang di dalamnya terdapat kebutuhan-kebutuhan seperti makan dan kebutuhan seks. Ego berfungsi sebagai fisik pemuasnya seperti ketika mau makan maka mulut dan tanganlah yang bertindak, nah mulut dan tangan inilah yang dimaksud dengan ego. Sedangkan superego berfungsi sebagai penahan dari kejadian-kejadian negatif. Ketika ego menginginkan makan, dan ego siap melakukannya namun makanan itu milik orang lain, maka superegolah yang menstabilkan suasana dan melarang ego mengambil sesuatu yang bukan haknya. Sigmund Freud mengatakan bahwa sebagian besar yang memengaruhi kehidupan adalah id.
- Behavorisme dirintis oleh ivan pavlov. di dalam behaviorisme menjelaskan teori consciousness(sadar) yaitu manusia akan selalu sadar sepanjang hidup termasuk pada saat manusia tertidur. Struktur dari psikologi secara umum menurut Ivan Pavlov adalah tingkah laku. Ia mengatakan tingkah laku merupakan hal yang dapat dilihat sehingga dapat dihitung secara nyata. Tingkah laku juga menunjukkan cara belajar dari seseorang.
- Kognitif dirintis oleh JB Watson merupakan cabang psikologi yang berhubungan bagaimana kita memperoleh tentang sesuatu dan direpresentasikan dlm otak ditransformasikan sbg pengetahuan, disimpan, digunakan untuk mengarahkan perhatian dan tingkah laku. area utama yang dibahas dlm psikologi kognitif diantaranya: 1. memori, 2. atensi, 3. kesadaran(consciousness), 4. bahasa
- Humanistik dirintis oleh Abraham Maslow
Struktur kepribadian maslow
mengikuti perkembangan kognitif, kemampuan dan keinginan seseorang. Dia
mengatakan bahwa manusia adalah makhluk yang sangat berbeda dengan
makhluk lain sehingga ia memiliki tahapan keinginan dan tidak dapat
dipraktekkan percobaannya menggunakan hewan.
Ini dia struktur kebutuhan manusia :
sumber: catatan sendirihttp://pusatilmupsikologi.blogspot.com/2012/04/4-aplikasi-aliran-besar-psikologi.html(ditulis tebal/bold)
Langganan:
Postingan (Atom)
