Dalam film Identity ini
diceritakan terdapat beberapa orang yang terjebak dalam sebuah Motel karena
badai yang sangat deras dan juga jalanan yang sudah mulai tergenang oleh
banjir. Dalam film ini ada sekitar 10 pemeran utama diantara nya adalah Edward,Carroline Paris ,
George, Allice, Timothy, Rhodes,Lou, Ginny dan yang terakhir adalah Larry.
Satu-satu persatu dari
mereka tewas mengenaskan dengan ditemukan nya kunci kamar nomor 10-1 sesuai
dengan jumlah orang yang terjebak dalam motel tersebut. Sampai yang tersisa
hanya tinggal Paris, Edward dn juga Rhodes. Namun ada kenyataan yang
mencengangkan dibalik itu semua, ternyata dari 10 tokoh-tokoh diatas tidak ada
yang benar-benar ada di dunia nyata, mereka adalah identitas-identitas dari
seseorang yang bernama Malcom Rivers. Dia adalah seorang yang mempunyai
kepribadian ganda dan
Dokter yang menanganinya percaya bahwa tokoh Rhodes lah yang merupakan karakter pembunuh. Dengan kata lain, seluruh kejadian di motel merupakan rekayasa pikiran Malcolm Rivers yang diperintahkan untuk menghilangkan kepribadian pembunuh dalam dirinya. Dalam jalannya sidang seperti melihat seluruh kepribadian Malcolm yang saling membunuh, hal ini untuk membuktikan bahwa sebenarnya raga Malcolm tidak bersalah, tetapi pikiran – pikirannyalah yang berbahaya.
Dokter yang menangani tersebut akhirnya memutuskan untuk memasukkan nya ke Rumah Sakit Jiwa. Namun saat dalam perjalanan ke Rumah Sakit Jiwa tersebut, ternyata cerita belum berakhir, masih ada 1 identitas yang masih tinggal di dalam diri Malcom Rivers, yaitu Timothy anak dari George yang masih berumur belasan tahun dan dia lah yang membunuh semua tokoh-tokoh tersebut serta Dokter yang menangani nya saat perjalanan ke Rumah Sakit Jiwa.
Teori yang dapat dikaitkan dalam film identity tersebut adalah teori
Teori Kepribadian Ganda (Multiple personality)
Menurut Bleuler (1950) dalam Yustinus, Kepribadian ganda adalah suatu gangguan dimana seorang individu mengembangkan sejumlah kepribadian yang sangat berbeda dan terpisah. Simptom kepribadian ganda sebenarnya juga terdapat pada orang normal, seperti misalnya, kalau orang berkata : “ Aku sebenarnya tidak tahu apa sebabnya aku berbuat demikian”. Ini terutama terjadi kalau orang terasing dari sanak keluarganya atau teman-temannya dalam keadaan yang sangat tertekan.
Penyebabnya menurut segi pandang psikoanalitik, gangguan-gangguan disosiatif itu terjadi karena salah satu bagian dari jiwa atau kesadaran pecah atau terpisah dari bagian-bagian lainnya. Gangguan-gangguan tersebut dalam pandangan psikoanalitik disebabkan oleh represi yang hebat dan bahanyang ditekan itu biasanya dihubungkan dengan hasrat-hasrat seksual pada masa kanak-kanak (tahap Oedipus) yang tidak dapat diterima. Pada masa dewasa, hasrat-hasrat seksual (hasrat-hasrat oedipal) itu bertambah kuat dan sampai pada akhirnya sering terungkap berupa tindakan seksual yang impulsive. Represi itu rupanya tidak mencukupi; oleh karena itu, individu berusaha menghilangkan seluruh peristiwa yang ditekan dari kesadaran. Ini dilakukan individu dengan memisahkan seluruh bagian kepribadian dari kesadaran (Buss 1966 dalam Yustinus) atau dengan memperoleh suatu identitas baru untuk bagian yang dipisahkan dari dirinya itu.
Teknik pengambilan data dalam film tersebut berupa Observasi dimana sang Dokter yang menangani Malcom Rivers bertanya dan mencari tahu apa yang dialami dan di lihat oleh Malcom Rivers
Sumber:
Identity Movie (2003)
http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PSIKOLOGI/195010101980022-SITI_WURYAN_INDRAWATI/PD2-Teori_Observasi.pdf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar