1. Tes Rorschach (Tes Noda Tinta)
Tes
Rorschac pertama kali dideskripsikan oleh psikiatris Swiss Hermann
Rorshach (1921/1942). Rorschach adalah yang pertama menerapkan noda
tinta pada penyelidikan diagnostik atas kepribadian secara keseluruhan.
Dalam mengembangkan tes ini, Rorschach bereksperimen dengan sejumlah
besar noda tinta pada berbagai kelompok psikiatrik yang berbeda.
Masing-masing
kartu Rorschach terdpat cetakan noda tinta simetris bilateral. Lima
dari noda tinta diletakkan pada bayangan abu-abu & hitam, dua dari
noda tinta terdapat tambahan warna merah terang, dan tiga sisanya
mamadukan bayangan pastel. Selama tes berlangsung, responden ditunjukkan
masing-masing noda tinta, satu kali setiap saat, dan di minta untuk
memberi tahu apa yang ditampakkan oleh noda tinta. Penguji pada umumnya
mencatat waktu reaksi dan lama respons, menyimpan catatan verbal tentang
respons terhadap setiap kartu, catatan spontan, dan ungkapan emosional
dari responden selama tes berlangsung.
Tes
Rorschach banyak berkembang dari tahun 1930-an sampai dengan 1960-an
dan pada tahun-tahun tersebut terdapat perbedaan pada metode
skoring-nya. Walau terdapat perbedaan pada metode skoring, terdapat pula
persamaan dalam klasifikasi dasar kategori-kategori penentuan skor,
yakni:
A. Lokasi. Merujuk pada bagian noda tinta yang mengasosiasikan tiap respons dari responden.
B. Determinan. Respons mencakup bentuk, warna, bayangan, dan gerakan.
C. Kualitas bentuk. Merujuk pada ketepatan respons-respons.
D. Isi.
2. Tes Minnesota
MMPI
(Minnesota Multifase Personality Inventory) diterbitkan pada tahun 1940
dan versi revisi kedua MMPI-2 diterbitkan pada tahun 1989. Tes ini
adalah tes psikometri yang paling banyak digunakan untuk mengukur
psikopatologi dewasa di dunia. The MMPI-2 digunakan untuk mengukur
kesehatan mental, medical dan dan preposisi pekerjaan.
Tes
MMPI adalah sebuah alat tes inventori yang berisi banyak pertanyaan
dengan option ya dan tidak, tujuannya adalah untuk mengetahui
kepribadian seseorang, terutama gangguan-gangguan psikologis yang ada di
dalam diri seseorang, seperti gangguan anti sosial, gangguan seksual,
gangguan depresi, kehohongan, dan sebagainya.
Perancang
MMPI adalah R. Starke Hathaway , PhD, dan JC McKinley , MD. MMPI
merupakan hak cipta dari University of Minnesota. MMPI dikembangkan pada
tahun 1930 di Universitas Minnesota sebagai tes kepribadian yang
komprehensif dan serius yang dapat digunakan untuk mendeteksi masalah
kejiwaan. Direvisi pada tahun 1989 sebagai MMPI-2 dan versi untuk remaja
dikembangkan (MMPI-A). Ada juga versi singkat (MMPI-3).
Anastasi, A, Urbina, U. (2007). Tes Psikologi (Edisi Ketujuh). Indonesia: PT Indeks.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar